} -->

INSAN BIASA

Pages

  • HOME
  • AGAMA
  • FAKTA MENARIK
  • KISAH BENAR
  • CERITA TERKINI
  • ABOUT ME

widget

kenapa kita berdoa menghadapkan telapak tangan kearah langit


Karena itu saat kita berdoa dengan menghadapkan telapak tangan ke arah langit adalah karena langit sebagai kiblat kita dalam berdoa, bukan karena langit sebagai tempat bagi Allah. Sebagaimana saat kita shalat menghadapkan tubuh kita ke arah ka’bah, bukan berarti bahwa Allah berada di dalam ka’bah tapi karena ka’bah adalah kiblat kita dalam shalat.

Berikut ini kita kutip beberapa pendapat ulama Ahlussunnah dalam penjelasan bahwa langit adalah kiblat dalam berdoa.

1. al-Imam Abu Manshur al-Maturidi, Imam Ahlussunnah Wal Jama’ah, dalam salah satu karyanya berjudul [Kitab al-Tauhid, h. 75-76], menuliskan sebagai berikut: “Adapun menghadapkan telapak tangan ke arah langit dalam berdoa adalah perintah ibadah. Dan Allah memerintah para hamba untuk beribadah kepada-Nya dengan jalan apapun yang Dia kehendaki, juga memerintah mereka untuk menghadap ke arah manapun yang Dia kehendaki. Jika seseorang berprasangka bahwa Allah di arah atas dengan alasan karena seseorang saat berdoa menghadapkan wajah dan tangannya ke arah atas, maka orang semacam ini tidak berbeda dengan kesesatan orang yang berprasangka bahwa Allah berada di arah bawah dengan alasan karena seseorang yang sedang sujud menghadapkan wajahnya ke arah bawah lebih dekat kepada Allah. Orang-orang semacam itu sama sesatnya dengan yang berkeyakinan bahwa Allah di berbagai penjuru; di timur atau di barat sesuai seseorang menghadap di dalam shalatnya. Juga sama sesatnya dengan yang berkeyakinan Allah di Mekah karena Dia dituju dalam ibadah haji”.

2. al-Imam Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali (w 505 H) dalam kitab [Ihya’ ‘Ulumiddin, j. 1, h. 128] menuliskan sebagai berikut: “Adapun mengangkat tangan ketika berdoa kepada Allah dengan menghadapkan telapak tangan tersebut ke arah langit adalah karena arah langit kiblat doa. Dalam pada ini terdapat gambaran bahwa Allah yang kita mintai dalam doa tersebut adalah maha pemiliki sifat yang agung, maha mulia dan maha perkasa. Karena Allah atas setiap segala sesuatu maha menundukan dan maha menguasai”.

3. al-Imam Al-Hafizh Muhammad Murtadla az-Zabidi dalam menjelaskan perkataan Imam al-Ghazali di atas dalam karya fenomenalnya berjudul [Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin, j. 5, h. 34-35] menuliskan: “Jika dikatakan bahwa Allah ada tanpa arah, maka apakah makna mengangkat telapak tangan ke arah langit ketika berdoa? Jawab: Terdapat dua segi dalam hal ini sebagaimana dituturkan oleh al-Thurthusi.

Pertama:

Bahwa hal tersebut untuk tujuan ibadah. Seperti halnya menghadap ke arah ka’bah dalam shalat, atau meletakan kening di atas bumi saat sujud, padahal Allah Maha Suci dari bertempat di dalam ka’bah, juga Maha Suci dari bertempat di tempat sujud. Dengan demikian langit adalah kiblat dalam berdoa.

Kedua:

Bahwa langit adalah tempat darinya turun rizki, wahyu, rahmat dan berkah. Artinya dari langit turun hujan yang dengannya bumi mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. Langit juga tempat yang agung bagi para malaikat (al-Mala’ al-A’la). Bila Allah menentukan suatu perkara maka disampaikannya kepada para malaikat tersebut dan kemudian mereka sampaikan kepada penduduk bumi. Demikian pula arah langit adalah tempat diangkatnya amalan-amalan yang saleh. Sebagaimana di langit tersebut terdapat beberapa nabi dan tempat bagi surga -yang berada di atas langit ke tujuh- yang merupakan puncak harapan. Karena langit itu sebagai tempat bagi hal-hal yang diagungkan tersebut di atas, termasuk pengetahuan qadla dan qadar, maka titik konsen dalam praktek ibadah di arahkan kepadanya”.

Pada bagian lain dalam kitab yang sama, Al-Hafizh al-Zabidi berkata: “Langit dikhusukan dalam berdoa agar tangan diarahkan kepadanya karena langit-langit adalah kiblat dalam berdoa, sebagaimana ka’bah dijadikan kiblat bagi orang yang shalat di dalam shalatnya. Tidak boleh dikatakan bahwa Allah berada di arah ka’bah” [Itthaf as-Sadah al-Muttaqin, j. 5, h. 34-35].

Masih dalam kitab yang sama al-Zabidi juga berkata: “Adapun mengangkat tangan ketika meminta dan berdoa ke arah langit karena ia adalah kiblat dalam berdoa, sebagaimana ka’bah merupakan kiblat shalat dengan menghadapkan badan dan wajah kepadanya. Yang dituju dalam ibadah shalat dan yang dipinta dalam berdoa adalah Allah, Dia Maha suci dari bertempat dalam ka’bah dan langit. Dalam pada ini al-Nasafi berkata: Mengangkat tangan dan menghadapkan wajah ketika berdoa adalah murni merupakan ibadah, sebagaimana menghadap ke arah ka’bah di dalam shalat, maka langit adalah kiblat berdoa sebagaimana ka’bah adalah kiblat dalam shalat” [Itthaf as-Sadah al-Muttaqin, j. 2, h. 104].
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

BERDOA



"Berdoalah kepada Ku, nescaya akan Ku perkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina!

AL-MUKMIN, AYAT 60
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

KATA - KATA DARI SYED QUTB

"SAYA PERGI KE TIMUR DAN MELIHAT BANYAK NEGARA ISLAM.TETAPI SAYA TIDAK DAPAT MELIHAT ISLAM DALAM NEGARA TERSEBUT.SAYA PERGI PULA KE BARAT.DI BARAT SAYA DAPAT MELIHAT ISLAM DENGAN JELAS WALAUPUN IANYA BUKANLAH SEBUAH NEGARA ISLAM." renungkan kata2 tersebut...
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْن

sesungguhnya sembahyangku ibadatku , hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam.
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest


YA ALLAH YA TUHAN KU. AKU BERTAUBAT KEPADA MU ATAS DOSA YANG AKU LAKUKAN DI ATAS MUKA BUMI INI.ENGKAU YANG MAHA PENGAMPUN.AMPUNKAN LAH DOSA HAMBU MU YANG KERDIL INI. YA ALLAH HIDUPKANLAH AKU DENGAN IMAN, MATIKANLAH AKU DENGAN IMAN. YA ALLAH, KURNIAKANLAH SYURGA MU KEPADAKU DAN JAUHKANLAH NERAKA MU DENGANKU..SESUNGGUHNYA AKU TAK SANGGUP UNTUK MENANGGUNG SEKSA API NERAKAMU ITU. YA ALLAH, AMPUNKAN DOSA KEDUA IBU BAPAKU. SESUNGGUHNYA MEREKALAH YANG MENJAGAKU SEMASA KECILKU DAN MEREKALAH YANG MENGAJAR AKU UNTUK MENGENALIMU YA ALLAH. SEDIAKANLAH SYURGA YANG TERATAS UNTUK MEREKA YANG TELAH BERKORBAN UNTUK KU INI. YA ALLAH AKU MEMOHON KEPADA MU. MAKBULKANLAH DOA HAMBAMU YANG LEMAH IN. ENGKAU YANG MAHA MELIHAT SERTA MAHA MENGETAHUI. ENGKAU YANG TAK MAKAN DAN TAK TIDOR. DAN ENGKAULAH YANG MENGETAHUI APA YANG HAMBAMU INGIN KAN.......AMIN.........

teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Older Posts Home
Subscribe to: Posts (Atom)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

unique stats
Heroes Paradise

WAKTU SOLAT

aSsAlAmUaLa!KuM..AhLaN wAsAhLaN..

Loading...

smile today~

Loading...

Followers

 

get this [close]

Blog Archive

  • ►  2011 (19)
    • May (2)
    • June (2)
    • September (2)
    • October (6)
    • November (7)
  • ►  2012 (8)
    • January (1)
    • March (7)
  • ▼  2013 (2)
    • April (2)

nasyid


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com
Awesome Inc. theme. Powered by Blogger.