} -->

INSAN BIASA

Pages

  • HOME
  • AGAMA
  • FAKTA MENARIK
  • KISAH BENAR
  • CERITA TERKINI
  • ABOUT ME

widget

Taubat Nasuha



Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya.

Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: "Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut)."

Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah: 160 "Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang."

Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, "Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri."

Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: "SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat."

Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

Tepatlah kiranya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat: 133, "Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui."

Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah "Taubat Nasuha", yaitu taubat yang murni. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66, "Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan 'Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'".

Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, "Apakah penyesalan itu taubat?", "Ya", kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: "Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya".

Di bulan pengampunan, Ramadhan yang "Syahrul Maghfirah" ini adalah saat yang tepat untuk kita bertaubat. Bagi yang sudah bertaubat mari memperbarui taubatnya dan yang belum taubat mari bergegas kepada ampunan Allah. 10 hari kedua bulan Ramadhan merupakan masa maghfirah (ampunan) sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Haurairah "Ramadhan, awalnya Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya dibebaskan dari api neraka" (H.R. Ibnu Huzaimah).
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Bacaan Dalam Solat Dan Maknanya



Doa Iftitah
Innii wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samaawaati wal ardha haniifan musliman wamaa ana minal musyrikiin. Inna salaati wa nusukii wa mahyaayaa wa mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamiin. Laa syariikalahu wa bizdaalika umirtu wa ana minal muslimin.

MAKSUD: Aku hadapkan wajahku kepada Allah yang menjadikan langit dan bumi, dengan keadaan suci lagi berserah diri; dan aku bukanlah dari golongan orang-orang musyrik. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku, matiku hanya semata-mata bagi Allah, Tuhan Semesta alam. Tidak ada sekutu baginya, demikian aku diperintahkan, dan aku adalah termasuk kedalam golongan orang-orang yang berserah diri.

Ta’awwudz
A’uudzu billaahi minasy syaithaanir rajiim

MAKSUD: Aku berlindung kepada Allah dari kejahatan setan yang terkutuk.

Al Fatihah dan Ayat Al-Quran
Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdulillaahi rabbil’aalamin Arahmaanirrahiim Maaliki yawmiddiin Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin Ihdinash shiraathal mustaqiim Shirathal ladziina an’amta alaihim gahiril maghdhuubi’alaihin waladh dhaalliin Aaamiin

MAKSUD: Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah yang memelihara sekalian Alam Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang Yang merajai hari pembalasan Hanya kepada-Mu kami menyembah dan hanya kepada-Mu saja kami mohon pertolongan Tunjukilah kami jalan yang lurus Jalan mereka yang Engkau beri ni’mat, bukan jalan mereka yang engkau murkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Kabulkanlah permohonan kami, ya Allah!

Wal ashri innal insaana lafii khusrin illaladziina ‘aamanu wa’amilus shaalihaati watawaashaw bil haqqi watawaashaw bis shabri (QS)

MAKSUD: “Demi waktu. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman dan beramal saleh serta mereka yang berwasiat pada jalan kebenaran dan mereka yang berwasiat pada ketabahan.”

Ruku
Subhaana rabbiyal azhim (3x) (”Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung“)
atau
Subhaanakallahumma rabbanaa wa bihamdika allaahummaghfirlii (Maha suci Engkau ya Allah, ya Tuhan Kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku)

I’tidal
Sami’allaahu liman hamidah. Rabaanaa walakal hamdu. (Maha mendengar Allah akan pujian orang yang memuji-Nya. Ya Tuhan kami, untuk-Mu lah segala puji.)
atau
“Mil-ussamaawaati wa mil ul ardhi wa mil-umaa syi’ta min sya-in ba’du” (Untuk-Mu lah segala puji sepenuh langit dan bumi dan sepenuh apa yang Engkau kehendaki.)

Sujud
Subhaana rabbiyal a’la (3x) (Mahasuci Tuhanku Yang Maha Tinggi)
atau
Subhaanakallaahumma rabbanaa wa bihamdika Allaahummaghfirlii (Mahasuci Engkau ya Allah, ya Tuhan kami, dengan memuji Engkau ya Allah, ampunilah aku)

Duduk Diantara Dua Sujud
Allaahummaghfirlii, warhamnii, wajburnii, wahdinii, warzuqnii (Ya Allah, ampunilah hamba, kasihanilah hamba, cukupilah hamba, tunjukilah hamba, dan berilah hamba rizki.)
atau
Rabbighfirlii, warhamnii, wajburnii, warfa’nii, warzuqnii, wahdinii, wa’afinii, wa’fu’annii. (Wahai Tuhanku, ampunilah aku, rahmatilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rizki, tunjukilah aku, sehatkanlah aku, dan maafkanlah segala kesalahanku.)

Duduk Tahiyyat
At tahiyyaatu lillaah, wash shalawaatu waththayibaatu
Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wa barakaatuh
Assalaamu’alainaa wa’ala ibaadillahis shaalihiin
Asyhadu anlaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh
Allaahumma shalli ‘alaa Muhammadin wa’alaa aali Muhammadin, kamaa shallaita ‘alaa
Ibraahim wa’alaa aali Ibrahim, wa baarik ‘alaa Muhammadin, kama baarakta ‘alaa Ibrahiima wa’alaa aali Ibraahima, fil ‘aalamiina innaka hamiidun majiid.

MAKSUD:
Semoga kehormatan untuk Allah, begitu pula segala do’a dan semua yang baik-baik.
Salam sejahtera untukmu wahai para Nabi, dan rahmat Allah serta barakah-Nya.
Salam sejahtera untuk kami dan untuk para hamba Allah yang saleh
Aku bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan selain Allah, dan bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba Allah dan Rasul-Nya
Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberi shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, dan berilah berkat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau memberi berkat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha terpuji lagi Maha Mulia.

Memberi Salam
Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakaatuh (Salam sejahtera untukmu, rahmat Allah dan berkat-Nya.)
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

UBAT PENYAKIT MALAS



Maksudnya : “Ya Allah ya Tuhan kami, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu daripada keluh kesah dan dukacita, aku berlindung kepada-Mu dari lemah kemahuan dan malas, aku berlindung kepada-Mu daripada sifat penakut dan kedekut, aku berlindung kepada-Mu daripada tekanan hutang dan kezaliman manusia.”
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

kenapa kita berdoa menghadapkan telapak tangan kearah langit


Karena itu saat kita berdoa dengan menghadapkan telapak tangan ke arah langit adalah karena langit sebagai kiblat kita dalam berdoa, bukan karena langit sebagai tempat bagi Allah. Sebagaimana saat kita shalat menghadapkan tubuh kita ke arah ka’bah, bukan berarti bahwa Allah berada di dalam ka’bah tapi karena ka’bah adalah kiblat kita dalam shalat.

Berikut ini kita kutip beberapa pendapat ulama Ahlussunnah dalam penjelasan bahwa langit adalah kiblat dalam berdoa.

1. al-Imam Abu Manshur al-Maturidi, Imam Ahlussunnah Wal Jama’ah, dalam salah satu karyanya berjudul [Kitab al-Tauhid, h. 75-76], menuliskan sebagai berikut: “Adapun menghadapkan telapak tangan ke arah langit dalam berdoa adalah perintah ibadah. Dan Allah memerintah para hamba untuk beribadah kepada-Nya dengan jalan apapun yang Dia kehendaki, juga memerintah mereka untuk menghadap ke arah manapun yang Dia kehendaki. Jika seseorang berprasangka bahwa Allah di arah atas dengan alasan karena seseorang saat berdoa menghadapkan wajah dan tangannya ke arah atas, maka orang semacam ini tidak berbeda dengan kesesatan orang yang berprasangka bahwa Allah berada di arah bawah dengan alasan karena seseorang yang sedang sujud menghadapkan wajahnya ke arah bawah lebih dekat kepada Allah. Orang-orang semacam itu sama sesatnya dengan yang berkeyakinan bahwa Allah di berbagai penjuru; di timur atau di barat sesuai seseorang menghadap di dalam shalatnya. Juga sama sesatnya dengan yang berkeyakinan Allah di Mekah karena Dia dituju dalam ibadah haji”.

2. al-Imam Abu Hamid Muhammad ibn Muhammad al-Ghazali (w 505 H) dalam kitab [Ihya’ ‘Ulumiddin, j. 1, h. 128] menuliskan sebagai berikut: “Adapun mengangkat tangan ketika berdoa kepada Allah dengan menghadapkan telapak tangan tersebut ke arah langit adalah karena arah langit kiblat doa. Dalam pada ini terdapat gambaran bahwa Allah yang kita mintai dalam doa tersebut adalah maha pemiliki sifat yang agung, maha mulia dan maha perkasa. Karena Allah atas setiap segala sesuatu maha menundukan dan maha menguasai”.

3. al-Imam Al-Hafizh Muhammad Murtadla az-Zabidi dalam menjelaskan perkataan Imam al-Ghazali di atas dalam karya fenomenalnya berjudul [Ithaf as-Sadah al-Muttaqin Bi Syarh Ihya’ ‘Ulumiddin, j. 5, h. 34-35] menuliskan: “Jika dikatakan bahwa Allah ada tanpa arah, maka apakah makna mengangkat telapak tangan ke arah langit ketika berdoa? Jawab: Terdapat dua segi dalam hal ini sebagaimana dituturkan oleh al-Thurthusi.

Pertama:

Bahwa hal tersebut untuk tujuan ibadah. Seperti halnya menghadap ke arah ka’bah dalam shalat, atau meletakan kening di atas bumi saat sujud, padahal Allah Maha Suci dari bertempat di dalam ka’bah, juga Maha Suci dari bertempat di tempat sujud. Dengan demikian langit adalah kiblat dalam berdoa.

Kedua:

Bahwa langit adalah tempat darinya turun rizki, wahyu, rahmat dan berkah. Artinya dari langit turun hujan yang dengannya bumi mengeluarkan tumbuh-tumbuhan. Langit juga tempat yang agung bagi para malaikat (al-Mala’ al-A’la). Bila Allah menentukan suatu perkara maka disampaikannya kepada para malaikat tersebut dan kemudian mereka sampaikan kepada penduduk bumi. Demikian pula arah langit adalah tempat diangkatnya amalan-amalan yang saleh. Sebagaimana di langit tersebut terdapat beberapa nabi dan tempat bagi surga -yang berada di atas langit ke tujuh- yang merupakan puncak harapan. Karena langit itu sebagai tempat bagi hal-hal yang diagungkan tersebut di atas, termasuk pengetahuan qadla dan qadar, maka titik konsen dalam praktek ibadah di arahkan kepadanya”.

Pada bagian lain dalam kitab yang sama, Al-Hafizh al-Zabidi berkata: “Langit dikhusukan dalam berdoa agar tangan diarahkan kepadanya karena langit-langit adalah kiblat dalam berdoa, sebagaimana ka’bah dijadikan kiblat bagi orang yang shalat di dalam shalatnya. Tidak boleh dikatakan bahwa Allah berada di arah ka’bah” [Itthaf as-Sadah al-Muttaqin, j. 5, h. 34-35].

Masih dalam kitab yang sama al-Zabidi juga berkata: “Adapun mengangkat tangan ketika meminta dan berdoa ke arah langit karena ia adalah kiblat dalam berdoa, sebagaimana ka’bah merupakan kiblat shalat dengan menghadapkan badan dan wajah kepadanya. Yang dituju dalam ibadah shalat dan yang dipinta dalam berdoa adalah Allah, Dia Maha suci dari bertempat dalam ka’bah dan langit. Dalam pada ini al-Nasafi berkata: Mengangkat tangan dan menghadapkan wajah ketika berdoa adalah murni merupakan ibadah, sebagaimana menghadap ke arah ka’bah di dalam shalat, maka langit adalah kiblat berdoa sebagaimana ka’bah adalah kiblat dalam shalat” [Itthaf as-Sadah al-Muttaqin, j. 2, h. 104].
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

BERDOA



"Berdoalah kepada Ku, nescaya akan Ku perkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina dina!

AL-MUKMIN, AYAT 60
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

KATA - KATA DARI SYED QUTB

"SAYA PERGI KE TIMUR DAN MELIHAT BANYAK NEGARA ISLAM.TETAPI SAYA TIDAK DAPAT MELIHAT ISLAM DALAM NEGARA TERSEBUT.SAYA PERGI PULA KE BARAT.DI BARAT SAYA DAPAT MELIHAT ISLAM DENGAN JELAS WALAUPUN IANYA BUKANLAH SEBUAH NEGARA ISLAM." renungkan kata2 tersebut...
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Ø¥ِÙ†َّ صَلاَتِÙŠ ÙˆَÙ†ُسُÙƒِÙŠْ ÙˆَÙ…َØ­ْÙŠَايَ ÙˆَÙ…َÙ…َاتِÙŠ Ù„ِÙ„َّÙ‡ِ رَبِّ العَالَÙ…ِÙŠْÙ†

sesungguhnya sembahyangku ibadatku , hidupku dan matiku hanya untuk Allah semesta alam.
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest


YA ALLAH YA TUHAN KU. AKU BERTAUBAT KEPADA MU ATAS DOSA YANG AKU LAKUKAN DI ATAS MUKA BUMI INI.ENGKAU YANG MAHA PENGAMPUN.AMPUNKAN LAH DOSA HAMBU MU YANG KERDIL INI. YA ALLAH HIDUPKANLAH AKU DENGAN IMAN, MATIKANLAH AKU DENGAN IMAN. YA ALLAH, KURNIAKANLAH SYURGA MU KEPADAKU DAN JAUHKANLAH NERAKA MU DENGANKU..SESUNGGUHNYA AKU TAK SANGGUP UNTUK MENANGGUNG SEKSA API NERAKAMU ITU. YA ALLAH, AMPUNKAN DOSA KEDUA IBU BAPAKU. SESUNGGUHNYA MEREKALAH YANG MENJAGAKU SEMASA KECILKU DAN MEREKALAH YANG MENGAJAR AKU UNTUK MENGENALIMU YA ALLAH. SEDIAKANLAH SYURGA YANG TERATAS UNTUK MEREKA YANG TELAH BERKORBAN UNTUK KU INI. YA ALLAH AKU MEMOHON KEPADA MU. MAKBULKANLAH DOA HAMBAMU YANG LEMAH IN. ENGKAU YANG MAHA MELIHAT SERTA MAHA MENGETAHUI. ENGKAU YANG TAK MAKAN DAN TAK TIDOR. DAN ENGKAULAH YANG MENGETAHUI APA YANG HAMBAMU INGIN KAN.......AMIN.........

teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Sebab Wanita dicipta daripada tulang rusuk?


Wanita tidak dicipta dari kepala laki-laki (Adam), supaya tidak melebihi atau mengungguli kodrat laki-laki. Wanita tidak dicipta dari kaki, supaya wanita tidak dihinakan oleh laki-laki atau diinjak laki-laki, karena dia adalah bagian dari tubuhnya.Wanita tidak diciptakan dari tanah, karena wanita memang kodratnya tidak sama dengan laki-laki. Wanita dicipta dari tulang rusuk laki-laki, karena memang untuk dijadikan pasangan laki-laki, menjadi pendamping laki-laki, menjadi kesenangan laki-laki, memperkuat dada laki-laki dan sekaligus menjadi penyeimbang hidup laki-laki.
Rasulullah Saw menjelaskan dalam hadits-nya:
Sesungguhnya wanita itu dicipta dari tulang rusuk. Dan tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atas. Jika Anda meluruskannya, sama artinya Anda memecahkannya. Jika Anda biarkan, dia akan tetap bengkok. Karena itulah, Anda harus selalu memberikan nasihat-nasihat kebaikan. (HR. Muslim)
Tulang iga adalah tulang yang bengkok dan letaknya sangat dekat dengan jantung hati. Fungsi tulang iga adalah memperkuat dada dan melindungi hati. Dari sini kita mendapat hikmah dan pelajaran bahwawanita yang sudah menjadi istri, dia mempunyai 2 tugas, yaitu:
1. Membuat suami kuat dadanya.
Dada adalah lambang keberanian dan keperkasaan. Karenanya, orang yang berani akan menantang lawannya dengan menepuk dada. Dada adalah tempat berkecamuknya segala rasa, ada rasa benci dan senang, ada rasa kesal dan jengkel. Maka dada harus luas dan tidak sempit, agar bisa menjadi arena untuk menyelesaikan pertengkaran segala macam rasa. Orang yang dadanya sempit akan sulit menyelesaikan masalah. Orang yang da-danya sempit mudah berputus asa, tidak punya optimisme, tidak punya semangat dan mudah sakit. Itu sebabnya, Nabi Musa ketika mendapatkan perintah untuk menyampaikan kebenaran di hadapan Fir’aun dan orang-orang bodoh, beliau berdoa kepada Allah:
Berkata Musa: “Ya Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku, dan mudahkanlah untukku urusanku, dan lepaskanlah kekakuan dari lidahku, supaya mereka mengerti perkataan-ku”. (QS. Thaha: 25-28)
Seorang istri harus menambahkan kekuatan suami, sehingga potensinya bisa bertambah dan berkembang menjadi berlipat-lipat. Seorang istri tidak hanya sekedar memberikan dorongan, tetapi dia menjadi bagian dari kekuatan dada suami. Jadi sesungguhnya wanita adalah dada suami.
Dada adalah kebanggaan, dan di dalam dada ada keberanian dan kekuatan dahsyat. Dada bagi wanita adalah kebanggaannya, dan menjadi kebanggaan suami.
2. Menjaga hati suami.
Hati adalah inti kehidupan. Di dalam hati ada keimanan. Di dalam hati ada kebahagiaan. Istri seharusnya makin mempertebal keimanan sua-mi. Istri seharusnya memberikan kedamaian dan kebahagiaan suami. Istri seharusnya menyenangkan hati suami. Istri seharusnya menjaga hati suami agar tidak berpaling ke lain hati. Karenanya orang yang sudah punya istri seharusnya hidupnya bahagia dan imannya semakin mantap.
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

PESAN ROH KEPADA MANUSIA...

Apabila roh keluar dari jasad, ia akan berkata-kata dan seluruh isi alam sama ada di langit atau bumi akan mendengarnya kecuali jin dan manusia. Apabila mayat dimandikan, lalu roh berkata : "Wahai orang yang memandikan, aku minta kepadamu kerana Allah untuk melepaskan pakaianku dengan perlahan-lahan sebab pada saat ini aku beristirahat daripada seretan malaikat maut".

Selepas itu, mayat pula bersuara sambil merayu : "Wahai orang yang memandikan, janganlah engkau menuangkan air dalam keadaan panas. Begitu juga jangan menuangnya dengan air yang dingin kerana tubuhku terbakar apabila terlepasnya roh dari tubuh".

Apabila dimandikan, roh sekali lagi merayu :"Demi Allah, wahai orang yang memandikan jangan engkau menggosok aku dengan kuat sebab tubuhku luka-luka dengan keluarnya roh" . Setelah dimandi dan dikafankan, telapak kaki mayat diikat dan ia pun memanggil-manggil dan berpesan lagi supaya jangan diikat terlalu kuat serta mengafani kepalanya kerana ingin melihat wajahnya sendiri, anak-anak, isteri atau suami buat kali terakhir kerana tidak dapat melihat lagi sampai Hari Kiamat.

Sebaik keluar dari rumah lalu ia berpesan : "Demi Allah, wahai jemaahku, aku telah meninggalkan isteriku menjadi Balu. Maka janganlah kamu menyakitinya. Anak-anakku telah menjadi yatim dan janganlah kalian menyakiti mereka. Sesungguhnya pada hari itu aku telah keluar dari rumahku dan aku tidak akan dapat kembali kepada mereka buat selama-lamanya" . Sesudah mayat diletakkan pada pengusung, sekali lagi diserunya kepada jemaah supaya jangan mempercepatkan mayatnya ke kubur selagi belum mendengar suara anak-anak dan sanak saudara buat kali terakhir.

Sesudah dibawa dan melangkah sebanyak tiga langkah dari rumah, roh pula berpesan: " Wahai Kekasihku, wahai saudaraku dan wahai anak-anakku, jangan kamu diperdaya dunia sebagaimana ia memperdayakan aku dan janganlah kamu lalai ketika ini sebagaimana ia melalaikan aku".

"Sesungguhnya aku tinggalkan apa yang aku telah aku kumpulkan untuk warisku dan sedikitpun mereka tidak mahu menanggung kesalahanku". "Adapun didunia, Allah menghisab aku, padahal kamu berasa senang dengan keduniaan. Dan mereka juga tidak mahu mendoakan aku".

Baginda Rasullullah S.A.W berkata: "Apabila telah sampai ajal seseorang itu maka akan masuklah satu kumpulan malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam badan dan kemudian mereka menarik rohnya melalui kedua-dua telapak kakinya sehingga sampai kelutut. Setelah itu datang pula sekumpulan malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudiannya mereka keluar. Datang lagi satu kumpulan malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudiannya mereka keluar.Dan akhir sekali datang lagi satu kumpulan malaikat masuk dan menarik roh dari dadanya hingga sampai ke kerongkong dan itulah yang dikatakan saat nazak orang itu."

Sambung Rasullullah S.A.W. lagi: "Kalau orang yang nazak itu orang yang beriman, maka malaikat Jibrail A.S. akan menebarkan sayapnya yang di sebelah kanan sehingga orang yang nazak itu dapat melihat kedudukannya di syurga. Apabila orang yang beriman itu melihat syurga, maka dia akan lupa kepada orang yang berada di sekelilinginya. Ini adalah kerana sangat rindunya pada syurga dan melihat terus pandangannya kepada sayap Jibrail A.S. "Kalau orang yang nazak itu orang munafik, maka Jibrail A.S. akan menebarkan sayap di sebelah kiri. Maka orang yang nazak tu dapat melihat kedudukannya di neraka dan dalam masa itu orang itu tidak lagi melihat orang di sekelilinginya. Ini adalah kerana terlalu takutnya apabila melihat neraka yang akan menjadi tempat tinggalnya".

Dari sebuah hadis bahawa apabila Allah S.W.T. menghendaki seorang mukmin itu dicabut nyawanya maka datanglah malaikat maut. Apabila malaikat maut hendak mencabut roh orang mukmin itu dari arah mulut maka keluarlah zikir dari mulut orang mukmin itu dengan berkata: "Tidak ada jalan bagimu mencabut roh orang ini melalui jalan ini kerana orang ini sentiasa menjadikan lidahnya berzikir kepada Allah S.W.T." Setelah malaikat maut mendengar penjelasan itu, maka dia pun kembali kepada AllahS.W.T. dan menjelaskan apa yang diucapkan oleh lidah orang mukmin itu.

Lalu Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud: "Wahai malaikat maut, kamu cabutlah ruhnya dari arah lain." Sebaik saja malaikat maut mendapat perintah Allah S.W.T . maka malaikat maut pun cuba mencabut roh orang mukmin dari arah tangan. Tapi keluarlah sedekah dari arah tangan orang mukmin itu, keluarlah usapan kepala anak-anak yatim dan keluar penulisan ilmu. Maka berkata tangan: "Tidak ada jalan bagimu untuk mencabut roh orang mukmin dari arah ini, tangan ini telah mengeluarkan sedekah, tangan ini mengusap kepala anak-anak yatim dan tangan ini menulis ilmu pengetahuan."

Oleh kerana malaikat maut gagal untuk mencabut roh orang mukmin dari arah tangan maka malaikat maut cuba pula dari arah kaki. Malangnya malaikat maut juga gagal melakukan sebab kaki berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini Kerana kaki ini sentiasa berjalan berulang alik mengerjakan solat dengan berjemaah dan kaki ini juga berjalan menghadiri majlis-majlis ilmu." Apabila gagal malaikat maut mencabut roh orang mukmin dari arah kaki, maka malaikat maut cuba pula dari arah telinga. Sebaik saja malaikat maut menghampiri telinga maka telinga pun berkata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini kerana telinga ini sentiasa mendengar bacaan Al-Quran dan zikir."

Akhir sekali malaikat maut cuba mencabut orang mukmin dari arah mata tetapi baru saja hendak menghampiri mata maka berkata mata: "Tidak ada jalan bagimu dari arah ini sebab mata ini sentiasa melihat beberapa mushaf dan kitab-kitab dan mata ini sentiasa menangis kerana takutkan Allah.".

Setelah gagal maka malaikat maut kembali kepada Allah S.W.T. Kemudian Allah S.W.T. berfirman yang bermaksud:"Wahai malaikatKu, tulis AsmaKu di telapak tanganmu dan tunjukkan kepada roh orang yang beriman itu."

Sebaik saja mendapat perintah Allah S.W.T. maka malaikat maut menghampiri roh orang itu dan menunjukkan Asma Allah S.W.T. Sebaik saja melihat Asma Allah dan cintanya kepada Allah S.W.T maka keluarlah roh tersebut dari arah mulut dengan tenang.

Subhanallah... Maha Suci Allah... Allahu Akhbar !!!
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

BACA DAN CEK BETUL KE TAK PIRING ASTRO MENGADAP KIBLAT

~ Demi Kesejahteraan Diri & Keluarga
BACA DAN CEK BETUL KE TAK PIRING ASTRO MENGADAP KIBLAT...

Betulkah Piring Astro Menghadap Kaabah?

Mungkin ada yang hairan dengan tajuk ni, adakah kebetulan ataupun memang benar-benar seperti yang dinyatakan. Apa-apa pun kita baca je lah fakta yang di copy paste ini.

Jelas, Kaabah bukan sekadar kiblat tetapi juga sebagai pusat tumpuan manusia dalam urusan dunia atau kehidupan. Contoh yang paling mudah sekali, tentu anda ada stesen televisyen berbayar iaitu Astro. Pastinya setiap Astro ada 'piring para bola' untuk menerima maklumat yang dipancarkan dari satelit.

Untuk mendapatkan siaran yang jelas, piring itu akan dihalakan ke arah Kiblat atau Kaabah. Kalau tidak percaya cuba tengok balik piring Astro di bumbung anda menghadap ke mana? KENAPA BEGITU?

Mudah saja jawapannya Mekah adalah pusat bumi. Sama ada percaya atau tidak jawapannya mudah ditemui semasa kali pertama Neil Armstrong menjejakkan kaki ke bulan pada 20 Julai 1969. Di dalam satu temu bual di stesen TV Al Majid, Arab Saudi, Dr. Abd Al-Baset Al-Sayyed dari pusat Penyelidikan Kebangsaan Mesir mengulas, angkawasan pertama itu telah membuktikan, Mekah adalah pusat bumi.

Katanya ia telah dibuktikan secara saintifik semasa Neil Armstrong di dalam perjalanan ke bulan. Ketika itu dia berjaya mengesan satu radiasi yang dipancarkan dari bumi. Radiasi itu di dalam gelombang pendek. Situasi itu sesuatu yang pelik dan mereka cuba mencari jawapan dan membuat penelitian. Akhirnya mereka berjaya mengesan bahawa radiasi itu dipancarkan dari Mekah atau secara tepatnya dari Kaabah. "Yang paling mengejutkan radiasi itu bersifat infiniti (tidak berpenghujung). Apabila Armstrong menjejakkan kaki ke bulan, radiasi itu masih boleh dikesan. Radiasi itu mempunyai sifat yang istimewa dan paling penting ia infiniti. Saya percaya inilah yang menhubungkan Kaabah di bumi dengan Kaabah di alam akhirat.

"Bayangkan anda berada di kutub utara dan saya berada di kutub selatan,di tengah-tengah adalah zon keseimbagan magnet atau zon magnetisme sifar dan itulah Mekah. Kalau hendak dibuktikan boleh.. bawa kompas ke Kaabah dan anda dapati jarum kompas itu tidak akan bergerak. Ini bermakna Kaabah adalah zon magnetisme sifar. Tarikan untuk ke dua-dua medan adalah sama kuat. Hal sedemikian katanya, turut memberi kesan pada kesihatan dan umur seseorang. Sebab itulah orang yang tinggal di Mekah lebih sihat dan panjang umur. Tekanan graviti yang tertumpu di kawasan itu memberi kesan pada peredaran darah dan pergerakan biologi kehidupan.

"Ini telah dibuktikan bahawa ia boleh memberi kesan pada hemoglobin untuk membawa darah yang mengandungi oksigen ke seluruh tusi badan. Bermakna bila anda berada di Mekah, keupayaan darah untuk membawa oksigen ke seluruh tisu badan secara semula jadi jauh lebih baik berbanding tempat lain di dunia ini," jelasnya Pelbagai bukti saintifik dari kajian para saintis juga telah membuktikan bahawa Kaabah berada di "Centre of the earth". Jika anda berkesempatan ke Mekah Al-Mukaramah cuba bawa kompas ke arah Kaabah dan lihat jarum kompas tersebut tidak akan menunjuk mana-mana arah sama Barat, Timur, Selatan atau ke mana-mana arah kerana Kaabah sememangnya berada di pusat atau ditengah-tengah bumi. Neil Amstrong juga mengesahkan fakta ini.

Maha Kaya Allah, dengan hanya melakukan Tawaf kesihatan kita akan bertambah baik. Tidak hairanlah jika ramai yang mengetahui rahsia ini sentiasa merindui untuk ke Mekah... Bagi yang bukan Islam kaji-kajilah fakta ini dan anda pasti akan mendapat kebenaran-Nya. Marilah kita belajar ilmu dan mengkaji Islam yang amat indah ini.
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

SAUJANA HIKMAH: Angka 7 dalam ayat al-quran

SAUJANA HIKMAH: Angka 7 dalam ayat al-quran
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Maksud atau Makna Bacaan Dalam Solat

Ada orang dah solat berpuluh tahun, tapi still tak tahu maksud atau makna bacaan dalam solatyang diorang buat (ramai sebenarnya). Tak hairan la kalau tak kusyuk dalam sembahyang. Oleh itu, marilah kita renung-renungkan dan paham-pahamkan setiap rangkap yang kita sebut sewaktu kitasolat.

Takbiratul-Ihram / Takbir

Allah Maha Besar.

Doa Iftitah

Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dengan banyaknya. Maha suci Allah sepanjang pagi dan petang. Aku hadapkan wajahku bagi Tuhan yang mencipta langit dan bumi, dengan suasana lurus dan berserah diri dan aku bukan dari golongan orang musyrik. Sesungguhnya solatku, ibadatku, hidupku, matiku adalah untuk Allah Tuhan sekelian alam. Tidak ada sekutu bagiNya dan kepadaku diperintahkan untuk tidak menyekutukan bagiNya dan aku dari golongan orang Islam.

Al-Fatihah

Dengan nama Allah yang maha Pemurah lagi maha Mengasihani. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Yang maha pemurah lagi maha mengasihani. Yang menguasai hari pembalasan. Hanya Engkaulah yang kami sembah dan hanya kepada Engkau kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus. Iaitu jalan orang-orang yang Engkau kurniakan nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang Engkau murkai dan bukan jalan mereka yang sesat.

Bacaan ketika rukuk

Maha Suci TuhanKu Yang Maha Besar dan dengan segala puji-pujiannya. Bacaan ketika bangun dari rukuk Allah mendengar pujian orang yang memujinya. Bacaan ketika iktidal Wahai Tuhan kami, bagi Engkaulah segala pujian. Bacaan ketika sujud Maha suci TuhanKu yang Maha Tinggi dan dengan segala puji-pujiannya.

Bacaan ketika duduk di antara dua sujud

Ya Allah, ampunilah dosaku dan rahmatilah daku, lindungilah daku, angkatlah darjatku, rezekikan daku, berilah aku petunjuk, selamatkanlah daku dan maafkanlah akan daku.

Bacaan ketika Tahiyat Awal

Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad.

Bacaan ketika Tahiyat Akhir

Segala penghormatan yang berkat solat yang baik adalah untuk Allah. Sejahtera atas engkau wahai Nabi dan rahmat Allah serta keberkatannya. Sejahtera ke atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang soleh. Aku naik saksi bahawa tiada Tuhan melainkan Allah dan aku naik saksi bahawasanya Muhammad itu adalah pesuruh Allah. Ya Tuhan kami, selawatkanlah ke atas Nabi Muhammad dan ke atas keluarganya. Sebagaimana Engkau selawatkan ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim. Berkatilah ke atas Muhammad dan atas keluarganya sebagaimana Engkau berkati ke atas Ibrahim dan atas keluarga Ibrahim di dalam alam ini. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Agung.

Doa Qunut saya tak copy, sebab saya tak baca doa Qunut untuk Subuh.

teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

Melagukan Bacaan Al-quran

Dari Abu Hurairah r.a bahawa dia mengatakan, Rasulullah s.a.w pernah bersabda:” Tiadalah keizinan Allah untuk mengerjakan sesuatu yang dapat menyamai izin-Nya kepada nabi s.a.w untuk melagukan bacaan al-Quran.”
(Muslim)

Huraian
Adat manusia menyukai akan seni lagu walaupun mempunyai selera dan rentak yang berbeza. Lagu dan irama biasanya dapat memberi keselesaan kepada perasaan manusia yang mendengar. Membaca Al-Quran dengan tartil atau memperelokkan bacaannya dengan lagu atau tajwid adalah sangat-sangat dituntut dalam cara membaca al-Quran, kerana tujuan utama membacanya ialah memikirkan maksud-maksudnya. Cara membacanya dengan tartil akan dapat menolong memahami maksud-maksudnya. Sebab itu Ummu Salamah r.a. ketika membaca al-Quran sering mencontohi bacaan Rasulullah s.a.w dan membacanya seolah-olah ia sedang mentafsirkan huruf demi huruf dari al-Quran itu. Oleh itu orang yang sentiasa membaca al-Quran dengan baik dan sempurna akan mempunyai hati dan jiwa yang lembut kerana ia memahami tentang ayat-ayat yang berunsur ancaman dan kecaman serta janji-janji Allah yang terkandung dalam ayat yang dibacanya itu.
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

tiga kali lebih baik

Diriwayatkan daripada Anas r.a katanya :” Apabila Nabi SAW memberitahu sebuah pernyataan, baginda mengulanginya sampai tiga kali hingga orang ramai dapat memahami dan mengerti perkataannya dengan baik dan setiap kali nabi meminta izin untuk masuk (ke dalam rumah, ia mengetuk pintu) tiga kali dan mengucapkan salam.”
(al-Bukhari)
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

KESYAHIDAN ASY-SYAHID SYED QUTB

Tanggal 29 Ogos 2000 genaplah 34 tahun kesyahidan Asy-Syahid Syed Qutb di tali gantung Regim Jamal Abdul Nasir. Syed Qutb digantung bersama 2 orang lagi rakan seperjuangannya dalam Ikhwan Muslimun pada pagi Isnin 29 Ogos 1966. Kebimbangan dan ketakutan yang melanda bukan sahaja buat Regim Jamal Abdul Nasir tetapi juga buat Imperialis Barat ketika itu.

Imperialis Barat amat takut dan bimbang terhadap pemikiran- pemikiran tajam Syed Qutb yang menghancur-leburkan Ideologi Sesat Barat dan Komunisme Timur, serta kemampuan beliau mengemukakan 'gagasan Islam' dengan jelas dan mantap ke dalam ummah. Kemampuan beliau telah menyeret Regim Mesir dengan desakan Imperialis mengambil tindakan 'kejam' menggantung Mujahid Agung Islam abad ini.

Sejarah Hidup Syed Qutb:-

(1)Tahun 1906:- Syed Qutb dilahirkan di Daerah Assyut, Mesir. Berkat didikan ibubapa, beliau telah menghafaz seluruh AlQuran sejak kecil lagi. Beliau melanjutkan pelajarannya ke Darul Ulum (sekarang Universiti Qaherah) sehingga berjaya mendapatkan ijazah dalam bidang sastera (Pendidikan). Selepas tamat pengajian, beliau ditawarkan mengajar di Darul Ulum. Selepas beberapa tahun di situ, beliau dilantik menjadi 'Nazir' sekolah-sekolah Kementerian Pelajaran Mesir.

Kementerian Pelajaran Mesir telah menghantar beliau ke Amerika Syarikat selama 2 tahun untuk mengkaji sistem pendidikan dan latihan moden yang ada di sana. Pengalaman singkat (ringkas) beliau berhubung dengan budaya Barat membolehkan beliau mendalami pemikiran-pemikiran dan sosio budaya orang-orang Amerika dan Barat sendiri. Syed Qutb berpeluang melihat sendiri betapa runtuhnya pemikiran dan budaya Barat. Kembalinya dari Amerika, beliau mula berjinak-jinak dengan Ikhwan Muslimun dan akhirnya menyertai gerakan Islam itu pada tahun 1945.

(2)Tahun 1945:- Syed Qutb menyertai gerakan Islam Ikhwan Muslimun.

(3)Tahun 1954:- Ikhwan Muslimun melantik Syed Qutb sebagi Ketua Pengarang Majalah Al-Ikhwan Muslimun. Tetapi majalah ini hanya dapat dikendalikan oleh beliau selama 2 bulan sahaja kerana pada bulan September 1954, majalah itu diharamkan penerbitannya oleh Regim Jamal Nasir. Regim Mesir ketika itu mengambil langkah kekerasan terhadap gerakan Ikhwan dan menangkap ribuan pendukungnya termasuk Syed Qutb. Penyiksaan yang 'teruk' terhadapnya menyebabkan Syed Qutb menderita penyakit yang 'teruk' di dalam penjara.

(4)Tahun 1955:- Pada Julai 1955, Syed Qutb telah dijatuhkan hukuman 15 tahun penjara dengan 'kerja berat' oleh Mahkamah Rakyat Mesir. Semasa di dalam tahanan inilah, Jamal Abdul Nasir telah menawarkan pembebasan terhadap beliau dengan syarat Syed Qutb menulis 'pernyataan' memohon maaf kepada Regim Jamal Abdul Nasir. Tetapi tawaran tersebut ditolak oleh Syed Qutb dengan kata-kata yang amat bermakna dan berharga buat setiap pendukung Islam di sepanjang zaman.

Kata Syed Qutb: "Aku merasa hairan dengan mereka yang mahukan manusia yang ditindas dan dizalimi berlutut memohon kepada penzalim dan penindas itu. Demi Allah, kalaupun dengan perkataan itu dapat menyelamatkan aku daripada tali gantung sekalipun, sesekali aku tidak akan mengucapkannnya. Aku lebih rela kembali menemui Allah dalam keadaan Ia meredhai aku dan aku meredhaiNya"

(5)Tahun 1964:- Syed Qutb dibebaskan apabila Jamal Abdul Nasir memenuhi permintaan Presiden Iraq yang meminta supaya Syed Qutb dibebaskan. Pembebasan itu dilakukan oleh Jamal Abdul Nasir kerana beliau ingin menjalin hubungan baik dengan Iraq. Tetapi tidak sampai 1 tahun dari pembebasan itu, Syed Qutb ditahan kembali dengan tuduhan ingin merampas kuasa dan menggulingkan kerajaan dengan mengggunakan kekerasan. Turut ditangkap bersama beliau ialah adik-adiknya Muhammad Qutb, Hamidah Qutb, Aminah Qutb dan puluhan ribu anggota Ikhwan Muslimun yang lain.

(6)Tahun 1966:- Syed Qutb bersama rakan-rakan seperjuangannya iaitu Muhammad Yusof Hawwash dan Abdul Fatah Ismail telah dijatuhkan hukuman mati oleh Mahkamah Tentera Mesir. Pagi Isnin 29 Ogos 1966, Asy-Syahid Syed Qutb telah dijatuhkan hukuman gantung sampai mati!!!
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

SEJARAH TERCIPTANYA ROKOK!!!

Rasulullah SAW pernah bersabda (maksudnya) : “Kelak akan datang kaum-kaum di akhir zaman, mereka suka menyedut asap tembakau dan mereka berkata: Kami adalah umat Muhammad padahal mereka bukan umat ku dan aku juga tidak menganggap mereka sebagai umat ku, bahkan mereka adalah orang yang celaka”
Abu Hurairah R.A yang mendengar sabda tersebut bertanya: “Bagaimana sejarah tembakau itu tumbuh wahai Rasulullah?”
Sabda Rasulullah SAW : “ Sesungguhnya setelah Allah menciptakan Adam dan memerintahkan para malaikat untuk sujud (tanda penghormatan) kepada Adam, seluruh malaikat kemudian sujud kepadanya kecuali iblis. Dia enggan, sombong dan termasuk orang-orang yang kafir. Allah bertanya kepada iblis : Wahai iblis apa yang menyebabkan kamu tidak mahu sujud ketika Aku memerintahkan mu? Kata iblis : Aku lebih baik darinya, aku tercipta dari api sedangkan ia dari tanah. Allah berfirman: Keluarlah engkau dari syurga, sesungguhnya engkau terkutuk dan engkau dilaknat hingga akhir. Iblis keluar dalam ketakutan hingga terkencing-kencing. Dari titisan kencing iblis itulah tumbuh sejenis tumbuhan yang dinamakan pokok tembakau.”
Nabi bersabda lagi : “Allah memasukkan mereka ke dalam neraka dan sesungguhnya tembakau adalah tanaman yang keji”
(Saya petik keseluruhan maksud hadis ini dari buku ‘HARAM MEROKOK’ oleh Adil Akhyar muka surat 12)
Kepada rakan2 ku yang merokok, moga kita tidak rasa tersinggung hati dengan hadis ini - B.B.Bangi.

By: Zeid Akhta
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

KISAH BENAR

Dua orang pelajar telah menemui maut ketika kemalangan jalanraya antara motosikal dan kereta. Setelah jenazah diuruskan, didapati salah satu dari jenazah itu telah merayau-rayau ke merata-rata tempat, mengetuk pintu rumah dan lain-lain. Apabila ditanya kepada pihak hospital yang menguruskan jenazah itu, kakitangan terlibat telah memaklumkan bahawa salah seorang dari jenazah yang diuruskan terpaksa dibuang kukunya kerana ada cutex dan dicukur kepalanya kerana rambutnya diwarnakan. Pelbagai cara dilakukan untuk memastikan roh tersebut tidak merayau lagi. Namun gagal. Ditanya pula pada kawan-kawan simati, dimaklumkan bahawa di dua bahagian badan simati terdapat tatoo.
Namun tidak diketahui apa yang dilukiskan. Setelah beberapa lama, dan mungkin jalan penyelesaian yang terakhir, jenazah simati telah dipindahkan ke kubur kristian. Selepas itu, rohnya tidak merayau lagi.....

PENGAJARAN:

Berkemungkinan tatoo yang terdapat pada badan simati berlambang salib dan simati sebenarnya adalah seorang kristian, walau pada zahirnya berpakaian dan bekelakuan seperti seorang Islam. Simati tersebut adalah pelajar sekolah yang berusia 16 tahun.
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest

JANGAN MALAS

Suatu hari, ketika Imam Abu Hanifah sedang berjalan-jalan melalui sebuah rumah yang jendelanya masih terbuka, terdengar oleh beliau suara orang yang mengeluh dan menangis tersedu-sedu. Keluhannya mengandungi kata-kata, "Aduhai, alangkah malangnya nasibku ini, agaknya tiada seorang pun yang lebih malang dari nasibku yang celaka ini. Sejak dari pagi lagi belum datang sesuap nasi atau makanan pun di kerongkongku sehingga seluruh badanku menjadi lemah lunglai. Oh, manakah hati yang belas kasihan yang sudi memberi curahan air walaupun setitik."
Mendengar keluhan itu, Abu Hanifah merasa kasihan, lalu beliau pun pulang ke rumahnya dan mengambil bungkusan hendak diberikan kepada orang itu. Setelah dia sampai ke rumah orang itu, dia terus melemparkan bungkusan yang berisi uang kepada si malang tadi lalu meneruskan perjalanannya.
Si malang berasa terkejut setelah mendapati sebuah bungkusan yang tidak diketahui dari mana datangnya, lantas ia tergesa-gesa membukanya. Setelah dibuka, nyatalah bungkusan itu berisi uang dan selembar kertas yang bertulis, "Hai manusia, sungguh tidak wajar kamu mengeluh sedemikian itu, kamu tidak pernah atau perlu mengeluh diperuntungkan nasibmu. Ingatlah kepada kemurahan Allah dan cobalah bermohon kepadaNya dengan bersungguh-sungguh. Jangan suka berputus asa, hai kawan, tetapi berusahalah terus."
Pada keesokan harinya, Imam Abu Hanifah melalui lagi rumah itu dan suara keluhan itu kedengaran lagi, "Ya Allah Tuhan Yang Maha Belas Kasihan dan Pemurah, sudilah kiranya memberikan bungkusan lain seperti kemarin, sekadar untuk menyenangkan hidupku yang melarat ini. Sungguh jika Tuhan tidak beri, akan lebih sengsaralah hidupku, wahai nasibku."
Mendengar keluhan itu lagi, maka Abu Hanifah pun lalu melemparkan lagi bungkusan berisi uang dan selembar kertas dari luar jendela itu, lalu dia pun meneruskan perjalanannya. Orang itu terlalu riang ketika mendapat bungkusan itu. Lantas terus membukanya.
Seperti kemarin juga, di dalam bungkusan itu tetap ada selembar kertas lalu dibacanya, "Hai kawan, bukan begitu cara bermohon, bukan demikian cara berikhtiar dan berusaha. Perbuatan demikian 'malas' namanya. Putus asa kepada kebenaran dan kekuasaan Allah. Sungguh tidak ridha Tuhan melihat orang pemalas dan putus asa, enggan bekerja untuk keselamatan dirinya. Jangan, jangan berbuat demikian. Jika ingin senang, harus giat bekerja dan berusaha, karena kesenangan itu tidak mungkin datang sendiri tanpa dicari atau diusahakan. Orang hidup tidak perlu atau disuruh duduk diam tetapi harus bekerja dan berusaha. Allah tidak akan memperkenankan permohonan orang yang malas bekerja. Allah tidak akan mengkabulkan do'a orang yang berputus asa. Sebab itu, carilah pekerjaan yang halal untuk kesenangan dirimu. Berikhtiarlah sedapat mungkin dengan pertolongan Allah. Insya Allah, akan dapat juga pekerjaan itu selama kamu tidak berputus asa. Nah, carilah segera pekerjaan, saya do'akan semoga berhasil."
Setelah dia selesai membaca surat itu, dia termenung, dia insyaf dan sadar akan kemalasannya yang selama ini dia tidak suka berikhtiar dan berusaha. Pada keesokan harinya, dia pun keluar dari rumahnya untuk mencari pekerjaan. Sejak hari itu, sikapnya pun berubah mengikuti peraturan-peraturan hidup (Aturan Allah) dan tidak lagi melupakan nasihat orang yang memberikan nasihat itu.
***
Dalam Islam, tidak ada istilah pengangguran, istilah ini hanya digunakan oleh orang yang berakal sempit. Islam mengajarkan kita untuk maju ke hadapan dan bukan mengajar kita terhenti di tepi jala
teruskan membaca
Posted by Syed 0 comments
Email ThisBlogThis!Share to XShare to FacebookShare to Pinterest
Newer Posts Home
Subscribe to: Comments (Atom)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

unique stats
Heroes Paradise

WAKTU SOLAT

aSsAlAmUaLa!KuM..AhLaN wAsAhLaN..

Loading...

smile today~

Loading...

Followers

 

get this [close]

Blog Archive

  • ▼  2011 (19)
    • May (2)
    • June (2)
    • September (2)
    • October (6)
    • November (7)
  • ►  2012 (8)
    • January (1)
    • March (7)
  • ►  2013 (2)
    • April (2)

nasyid


MusicPlaylist
Music Playlist at MixPod.com
Awesome Inc. theme. Powered by Blogger.